Menghargai Waktu

Sebuah bank memiliki pelanggan yang setiap hari diberikan pinjaman sejumlah Rp 86.400,- 

setiap paginya.

Pada malam hari bank akan menghapus sisa uang yang tidak digunakan selama sehari.
Setiap hari kita memiliki bank semacam itu bernama Waktu.

Setiap pagi ia memberi anda 86.400 detik dan menghapusnya pada malam hari dan tidak akan

memberikan anda sisanya.

Ia juga tidak mengurangi atau memberikan waktu tambahan. Setiap hari ada satu rekening baru

untuk anda.

Anda harus hidup dalam simpanan hari ini.
 
Jam terus berdetak. Gunakan waktu anda sebaik-baiknya.

Agar tahu pentingnya waktu SETAHUN, tanyakan pada murid yang tinggal kelas.
Agar tahu pentingnya waktu SEBULAN, tanyakan pada ibu yang melahirkan bayi prematur.
Agar tahu pentingnya waktu SEMINGGU, tanyakan pada editor majalah mingguan.
Agar tahu pentingnya waktu SEJAM, tanyakan pada kekasih yang menunggu untuk bertemu.
Agar tahu pentingnya waktu SEMENIT, tanyakan pada orang yang ketinggalan pesawat terbang.
Agar tahu pentingnya waktu SEDETIK, tanyakan pada orang yang baru saja terhindar dari kecelakaan.
Agar tahu pentingnya waktu SEMILIDETIK, tanyakan pada peraih medali olympiade.
 
Hargailah waktu yang anda miliki karena waktu tidak bisa menunggu.

Time Management

“Waktu laksana pedang,

jika kamu tidak memanfaatkannya,

maka ia akan menebasmu.” (Pepatah Arab)

3857761-cartoon-clock-man-with-a-stack-of-books-isolated-on-white

          Waktu memiliki keunikannya sendiri, terus bergerak maju dan tidak pernah mundur sedikitpun. Waktu tidak bisa diulang dan akan selalu meninggalkan setiap orang yang melalaikannya. Waktu akan selalu meninggalkan mereka yang tidak mengelolanya dengan cerdas untuk kehidupannya.

            Kita perlu menyadari bahwa waktu yang kita miliki dalam sehari semalam itu 24 jam, tidak lebih dan tidak kurang. Waktu yang ada tersebut harus dikelola secara baik dan benar sepanjang hidup kita.

           Keberuntungan dan kerugian seseorang sesungguhnya dapat dinilai dari bagaimana dirinya dapat memanfaatkan waktu. Oleh karena itu, kita harus pandai-pandai dalam memanaje waktu, karena kewajiban kita lebih banyak dari waktu yang tersedia.

 

Apasih Time Management itu?

manajemen-waktu-700

Time Management adalah tindakan atau proses perencanaan dan secara sadar melakukan kontrol atas jumlah waktu yang dihabiskan untuk kegiatan tertentu, terutama untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi/produktivitas.

Memanaje waktu dengan baik berarti mengelola hidup dengan baik. Orang yang mengatur waktu memerlukan kreativitas dan membuat rencana jangka pendek dan jangka panjang, mengatur dan menjaga jadwal yang realistis, istirahat yang efisien dan tepat waktu, serta melihat tugas-tugas yang harus diselesaikan sebagai peluang dan bukan sebagai kewajiban atau beban.

            Gunakan 5 Kesempatan sebelum datang 5 kesempitan:

1.      Masa mudamu sebelum masa tuamu

2.      Masa sehatmu sebelum masa sakitmu

3.      Kecukupanmu sebelum kesempitanmu

4.      Waktu luangmu sebelum waktu sibukmu

5.      Masa hidupmu sebelum kematianmu

(HR.Al-Hakim)

 

Kecerdasan Dalam Time Management

32c21c51cbd2b525278e90a1fdb5fd1a

         Mengelola waktu merupakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan produktivitas waktu. Waktu adalah sesuatu yang harus dikelola secara efektif dan efisien. Efektivitas bisa dilihat dari tercapainya tujuan menggunakan waktu yang telah ditetapkan sebelumnya, sedangkan efisien yaitu mengurangi waktu yang ditentukan, dan makna investasi waktu menggunakan waktu yang ada. Kita harus mampu memanfaatkan dan memberdayakan waktu sebaik mungkin agar bisa meraih kesuksesan. Tentu saja kesuksesan setiap orang tidak sama, hal ini bergantung sejauh mana kecerdasannya dalam mengelola waktu.

Bagaimana Cara Memanaje Waktu?

        Dalam memanaje waktu, kita harus mampu menata waktu dengan satu perencanaan dan pelaksanaannya dilakukan dengan sungguh-sungguh. Kemudian melakukan muhasabah sesudah pelaksanaannya, yaitu dengan evaluasi diri atas apa yang telah kita lakukan.

Dalam membuat perencanaan waktu, ada hal-hal yang harus diperhatikan, yaitu:

1.      Memiliki niat yang kuat

Mempunyai niat, berarti kita sudah mempunyai motivasi yang kuat. Dan jadilah aktif, bukan hanya reaktif.

2.      Memiliki tujuan yang jelas

tumblr_mdu9q8Laf91ry3zhs

Tanpa adanya tujuan yang jelas, kita tidak akan fokus melangkah. Makin tidak jelas tujuan dan waktu pencapaiannya, peluang gagalnya rencana akan semakin besar. Buatlah sebuah program dalam bentuk rencana harian, mingguan, dan bulanan.

                TentukanTujuan
Ada 3 Jenis tujuan yang dapat ditentukan, yaitu:

1.      Rational goals: Tujuan yang spesifik untuk jangka pendek

2.      Directional goals ( Domain planning): Tujuan umum untuk jangka panjang

3.      Muddling through: Apabila kondisi dan lingkungan  sangat potensial untuk berubah

Ketiga jenis tujuan tersebut dapat diaplikasikan sesuai dengan kondisi yang dihadapi.

Skala prioritas pun harus diperhatikan, apa saja yang harus dilakukan dan apa saja yang masih bias ditunda, mana yang harus dikerjakan, mana pula yang tidak.

Skala Prioritas:

manajemen-waktu

KWADRAN I

            Kategori aktifitas yang dilakukan bersifat penting dan mendesak sehingga dapat mengakibatkan  stress, kelelahan,manajemen krisis dan selalu memadamkan krisis.
Aktifitas penting dan mendesak dilakukan terhadap sesuatu yang membutuhkan perhatian langsung dan segera, sehingga kwadran ini juga disebut kwadran krisis atau masalah.
Orang yang bekerja dengan kwadran ini pikirannya akan selalu berpusat pada masalah , dan digerakkan untuk mengerjakan sesuatu  karena batas waktu, sehingga setiap saat akan dikejar oleh masalah, dan berpotensi tidak dapat mengontrol diri akibat tekanan eksternal

 

KWADRAN II


           Berkenaan dengan aktifitas yang dilakukan untuk aktfitas yang penting tetapi tidak mendesak, dan ini merupakan manajemen pribadi yang efektif, pikirannya tidak berpusat pada masalah tetapi pada peluang, memberi makna pada peluang dan mengurangi masalah  berpikir secara preventif.

 

KWADRAN  III


           Aktifitas urjen tetapi tidak penting, bergantung pada prioritas dan harapan orang lain  orientasi hasil jangka pendek, manajemen krisis, menganggap tujuan dan rencana tidak berharga, merasa menjadi korban kepentingan orang lain
Waktu terbesar berada di kwadran ini, menjalankan kehidupan yang kurang bertanggung jawab, banyak waktu terbuang untuk sesuatu yang tidak penting.

 

KWADRAN  IV

            Aktifitas pada kwadran ini menampilkan  diri selalu tampak sibuk, tetapi sebenarnya tidak ada pekerjaan penting yang dilakukan, tidak bertanggung jawab aktifitas yang dilakukan bergantung pada orang lain.

            Mengelola waktu secara efektif berarti belajar menolak terhadap aktifitas pada kategori 3 & 4, untuk menyediakan waktu bagi aktifitas pada kategori 1 & 2.
Bebaskan diri dari aktifitas yang tidak penting dan berikan cukup waktu untuk  hal-hal yang penting.

3.      Buat Rencana Cadangan

tips-manajemen-waktu

Jangan terlalu yakin dengan rencana yang telah disusun. Oleh sebab itu sebaiknya kita membuat rencana alternatif.

4.      Rencana atau Program Harus Realistis, Terukur, dan Adil

Sesuaikan rencana yang di buat dengan situasi, kondisi, dan kemampuan diri kita untuk bisa merealisasikannya.

5.      Disiplin dalam Menjalankan Rencana

Sebagaimana pun hebatnya program yang dibuat, tidak akan berarti sama sekali jika kita tidak disiplin dalam melaksanakanny. Oleh karena itu, kita jangan tergiur oleh kegiatan, kesenangan spontan atau apa saja yang akan menjauhkan kita dari rencana yang telah disusun. Kita harus focus dan konsisten dalam menjalankannya. “Tiada Prestasi Tanpa Disiplin”

6.      Seimbangkan Hidup

Jangan terlalu banyak istirahat atau bekerja karena akan menimbulkan dampak negatif dalam jangka panjang.

 

Tips Menjadi Produktif

            Satu hal yang harus disadari, bahwa kesibukan tidak sama dengan menjadi produktif. Bisa saja kita menghabiskan waktu berjamjam tapi tidak menghasilkan apa-apa. Ada beberapa prinsip untuk menjadi produktif dan bisa bekerja secara efektif.

1.      Menyusun Rencana (Membuat to do list)

5-time-management

            Rencana memberikan peta apa yang ada dihadapan kita hari itu. Alokasikan sedikit waktu untuk menyusun rencana sehingga bisa mengelompokkan tugas-tugas yang sesuai dengan memberikan prioritas dalam waktu pengerjaannya. 

2.      Fokus

focus

            Fokus pada satu pekerjaan lebih baik, dibandingkan membiarkan diri kita larut dalam beberapa pekerjaan sekaligus, sehingga akibatnya focus kita terbagi dan akhirnya menjadi kurang produktif.

3.      Hindari Interupsi

 

Apasih Faktor Penghambat Manajemen Waktu?

            Ada beberapa faktor yang bisa menghambat dalam memanaje waktu, diantaranya:

1.      Prokrastinasi (Menunda Pekerjaan)

2.  Perfeksionis, dapat mengarah ke prokrastinasi, karena takut salah dan cenderung mengerjakan tugas secara berulang-ulang.

3.      Tidak mampu membuat prioritas.


Referensi

 Syarbini, A. (2012). Spiritual Motivation for Success. Jakarta: Elex Media Komputindo.

http://www.pengembangandiri.com/artides/26/1/manajemen-Diri–Mengatur-waktu-untuk-Mencapai-Produktivitas/page/html

http://blog.autada.com/2013/10/manajemen-diri-dan-manajemen-waktu.html

Press, H. Mengelola Waktu. ESENSI.

http://books.google.co.id/books?id=5diwOrsCjacC&dq=manajemen+waktu&hl=id&source=gbs_navlinks_s

Cerita Inspiratif

Suatu hari, seorang ahli Manajemen Waktu berbicara didepan sekelompok mahasiswa, dan ia memakai ilustrasi yang tidak akan dengan mudah dilupakan oleh para siswanya. Ketika dia berdiri dihadapan siswanya dia berkata, ”Baiklah, sekarang waktunya kuis ” Kemudian dia mengeluarkan sebuah toples berukuran galon yg bermulut cukup lebar, dan meletakkannya diatas meja. Lalu ia juga mengeluarkan sekitar selusin batu berukuran segenggam tangan dan meletakkan dengan hati-hati batu-batu itu kedalam toples.
Ketika batu itu memenuhi toples sampai ke ujung atas dan tidak ada batu lagi yg muat untuk masuk kedalamnya, dia bertanya “Apakah toples ini sudah penuh?” Semua siswanya serentak menjawab,”Sudah! ? Kemudian dia berkata, Benarkah? Dia lalu meraih dari bawah meja sekeranjangkerikil. Lalu dia memasukkan kerikil-kerikil itu ke dalam toples sambil sedikit mengguncang- guncangkannya, sehingga kerikil itu mendapat tempat diantara celah-celah batu-batu itu. Lalu ia bertanya kepada siswanya sekali lagi “Apakah toples ini sudah penuh? Kali ini para siswanya hanya tertegun “Mungkin belum!”, salah satu dari siswanya menjawab. “Bagus!” jawabnya.
Kembali dia meraih kebawah meja dan mengeluarkan sekeranjang pasir. Dia mulai memasukkan pasir itu ke dalam toples, dan pasir itu dengan mudah langsung memenuhi ruang-ruang kosong diantara kerikil dan bebatuan.

Sekali lagi dia bertanya, Apakah toples ini sudah penuh? “Belum!” serentak para siswanya menjawab Sekali lagi dia berkata, “Bagus!” Lalu ia mengambil sebotol air dan mulai menyiramkan air ke dalam toples, sampai toples itu terisi penuh hingga ke ujung atas.

Lalu si Ahli Manajemen Waktu ini memandang kepada para siswanya dan bertanya “Apakah maksud dari ilustrasi ini?” Seorang siswanya yg antusias langsung menjawab, “Maksudnya, betapapun penuhnya jadwalmu, jika kamu berusaha kamu masih dapat menyisipkan jadwal lain kedalamnya!”. “Bukan!”, jawab si ahli, “Bukan itu maksudnya. Sebenarnya ilustrasi ini mengajarkan kita bahwa :

JIKA BUKAN BATU BESAR YANG PERTAMA KALI KAMU MASUKKAN, MAKA KAMU TIDAK AKAN PERNAH DAPAT MEMASUKKAN BATU BESAR ITU KE DALAM TOPLES TERSEBUT.

Letakkanlah hal-hal yang besar terlebih dahulu dalam hidupmu (prioritas), ha-hal yang akan mengantarkanmu menuju pintu gerbang kesuksesan. Dan segeralah kerjakan hal-hal besar tersebut. Jika kamu mendahulukan hal-hal yang kecil dalam prioritas waktumu, maka kamu hanya memenuhi hidupmu dengan hal-hal yang kecil, kamu tidak akan punya waktu untuk melakukan hal yang besar dan berharga dalam hidupmu.

sumber

 http://www.eriricaldo.com/inspirasi/manajemen-waktu

 

Cerita Inspiratif

Usamah bin Zaid : Remaja 17 tahun yang menaklukan Romawi hanya dalam 40 hari

Usamah bin Zaid merupakan salah satu kader terbaik Rasulullah saw., yang mampu menaklukan waktu. Bagaimana tidak, pada usia 17 tahun ia menjadi panglima tertinggi yang memimpin ekspedisi melawan Romawi.

Dengan kepercayaan yang diberikan oleh Rasulullah saw., dan kaum muslimin, Usamah bi Zaid pun akhirnya menggunakan waktu ekspedisinya sebaik mungkin. Ia menyusun strategi dengan mengutus mata- mata untuk mengetahui kondisi musuhnya. Dahsyatnya, Usamah dan pasukannya berhasil menaklukkan Romawi hanya dalam waktu 40 hari tanpa adanya jatuh korban yang berarti dari tentara kaum muslimin.  

Kisah Usamah bin Zaid bisa dijadikan contoh bahwa ketika kita bisa menaklukkan waktu, maka kita akan mendapatkan kesuksesan lebih cepat dibandingkan dengan yang dibayangkan. Kunci kesuksesan Usamah bin Zaid terletak pada kemampuannya dalam menaklukan waktu dan menyusun strategi dalam waktu yang singkat.

 

 

Cerita Inspiratif

Kisah Sukses Sang Penakluk Waktu

 

1139515_time

 

 Cerita motivasi kali ini datang dari sebuah buku berjudul Stories from Lifekarangan Orison Swett Marden, pendiri Success Magazine. Cerita yang sangat inspiratif ini ada dalam bab yang berjudul “Franklin’s Lesson on Time Value”.

            Suatu ketika, ketika ada seorang pengunjung yang ingin membeli di toko bukunya di Philadelphia, namun tidak puas dengan harga buku yang disebutkan sang kasir. Ia pun ingin menemui sang pemilik toko.

“Pak Franklin sedang sibuk di ruang pers” kata sang kasir.Tapi, sang pembeli yang sudah lama membolak balik isi buku terebut masih tetap ingin bertemu Franklin.

Karena mendengar suara panggilan sang kasir, Franklin pun segera keluar dari belakang toko dan bergegas menemui sang pembeli.

“Berapa harga terendah yang bisa Anda beri, pak?” kata sang pembeli sambil memegang buku tersebut.

 “Satu dolar 25 sen” jawab Franklin.

 “Satu dolar 25 sen?Tapi baru saja kasir Anda menawarkan saya satu dolar!”

“Benar.” jawab Franklin.“Dan saya tadi lebih baik mendapat satu dolar daripada meninggalkan pekerjaan saya.” lanjutnya.

Sang pembeli mengira bahwa Franklin bercanda, dan ia berkata “Ayolah, berapa harga termurah untuk buku ini?”

“Satu dolar 50 sen” jawab Franklin.

“Tapi Anda baru saja menawarkan 1 dolar 25 sen!”

“Benar, dan saya tadi bisa saja menerima 1 dolar 25 sen daripada 1 dolar 50 sen  sekarang.”

Tanpa sepatah kata pun, sang pembeli yang kecewa kemudian membayar buku tersebut dan keluar dari toko. Ia baru saja belajar bahwa orang yang membuang waktunya adalah orang bodoh, dan orang yang membuang waktu orang lain adalah pencuri.

Itulah salah satu sebab mengapa Benjamin Franklin adalah salah satu orang yang paling berpengaruh di dunia.Ia sangat menghargai waktu.

Bahkan, ia pernah mengatakan…

“Apakah Anda mencintai hidup Anda?”

“Jika ya, maka jangan menyia-nyiakan waktu, karena dari hal tersebut lah hidup Anda dibuat”

 

  

Referensi

http://www.pengembangandiri.com/artides/26/1/manajemen-Diri–Mengatur-waktu-untuk-Mencapai-Produktivitas/page/html

Syarbini, A. (2012). Spiritual Motivation for Success. Jakarta: Elex Media Komputindo.